Bent : MU Harus Beli Eric Dier

Anipaltimes.com – Dengan performa buruk yang dijalani oleh Manchester United membuat mantan striker timnas Inggris yaitu Derrent Bent mengungkapkan jika saat ini MU tengah membutuhkan sosok pemain seperti Eric Dier dari Tottenham Hotspurs.

Manchester United tengah dalam momen yang buruk pada awal musim ini dimana mereka tidak mampu bersaing untuk mendapatkan Premier League karena terlempar dari 10 besar. Tidak main-main MU kini berada diposisi 12 klasmen Premier League sementara. Hanya terpaut 2 poin dari Zona degradasi. Jika klub kembali kalah melawan Liverpool maka MU dipastikan berada di zona degradasi yang jelas akan mempengaruhi manajemen klub.

Nah dengan meminilasir performa buruk yang terus berlanjut kabarnya membuat manajemen MU dilaporkan tengah menyiapkan dana untuk mendatangkan banyak pemain baru pada bursa transfer Januari 2020 mendatang. Dimana mereka sudah menyiapkan banyak nama untuk didatangkan.

Sementara bagi eks penyerang timnas Inggris yaitu Derrent Bent, dia begitu percaya jika saat ini MU tidak memiliki alur permainan yang jelas. Dikarenakan tidak memiliki pemain yang bisa mengatur ritme permainan yang jelas. Ia pun memberikan nasehat kepada MU untuk mendatangkan pemain tepat. Dan pemain yang dia sarankan adalah gelandang miik Tottenham Hotspurs yaitu Eric Dier.

Dier dinilai pemain yang bisa memberikan ketenangan dilini tengah kerena bisa membuat lini serang dan lini pertahan menjadi seimbang. Dan Dier merupakan pemain yang bisa menyambung kedua sisi dengan sangat baiknya. Disampin ia merupakan gelandang bertahan.

”Saya akan menyarankan Eric Dier, karena dia pemain yang bagus dalam bertahan maupu menyerang. Ia gelandang bertahan yang bisa bermain sebagai bek tengah. Jadi pemain seperti Pogba bisa tenang untuk bermain.”

Solskjaer : Pogba Baik-Baik Saja Dengan Rasisme Yang Dia Dapatkan

Anipaltimes.com – Beberapa waktu yang lalu sempat ada sebuah indsiden yang tidak menyenangkan untuk gelandang Manchester United, yakni Paul Pogba. Ia harus mendapatkan rasisme karena dianggap gagal memberikan kemenangan untuk MU ketika pertandingan melawan Wolves. Manajer Ole Gunnar Solskjaer pun memberikan pandangannya saat ini, ia merasa jika Pogba menjadi lebih kuat ketika mendapatkan rasisme tersebut.

Seperti yang sudah diketahui jika Pogba harus membuat MU hanya bermain dengan skor 1-1 dengan Wolverhampton. Sang gelandang gagal memaksimalkan kesempatan penalti yang dia dapat, kala menjadi ekesekutor 12 pas. Hingga akhirnya pans Manchester United begitu murka akan hal itu mereka pun melampiaskan kemarahan mereka di Twitter dengan mengatakan Pogba adalah monyet hitam. Kalimat Rasisme tersebut membuat pihak Manchester United langsung melindungi Pogba dari amukan dengan meminta pihak Twitter untuk datang ke Old Trafford.

Ole Gunnar Solskjaer sendiri mengungkapkan jika sang gelandang merasa baik hingga kini.

”Pogba kini baik-baik saja.” terang Ole Gunnar Solskjaer.

Ole menerangkan jika kini gelandang asal Prancis itu tidak terpengaruh dengan nada rasisme yang mengarah kepadanya. Ia justru merupakan salah satu pemain yang tidak mudah terpancing dengan hal itu karena pemain berusia 26 tahun ini memiliki karakter yang kuat.

”Paul adalah pemain yang kuat dia tidak mudah terpengaruh akan hal itu, dia akan semakin kuat dengan masalah yang terjadi dengannya.”

”Saya sudah berbicara dengannya, dan dia terlihat sangat baik. Tetapi saya tidak menyukai apa yang tunjukan oleh beberapa orang yang memberikan rasisme akan hal itu, sangat memalukan.” ujar Ole Gunnar Solskjaer.

 

Parker : Manchester United Harus Bersabar Dengan Solskjaer

Anipaltimes.com – Beberapa waktu yang lalu sempat gencar rumor Manchester United akan segera memecat Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih klub. Hal itu menyusul serangkai hasil yang kurang memuaskan yang ditampilkan oleh skuat Manchester United.

Bahkan pada awal musim ini mereka gagal memenangkan tiga pertandingan di Premier League. Teranyar mereka dihantam oleh West Ham United dengan skor 2-0. Kegagalan klub yang gagal memenangkan pertandingan tersebut membuat banyak fans MU murka. Mereka merasa saat ini tim kesayangan mereka akan sulit untuk bersaing memenangkan Premier League maupun masuk ke posisi empat besar untuk bisa bermain di Liga Champions musim depan.

Materi komposisi skuat MU yang lebih banyak diisi dengan para pemain muda membuat tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer akan sulit bersaing dengan Liverpool, Manchester City maupun Arsenal yang memiliki pemain-pemain berkualitas dengan jam terbang yang segudang. Itu sebabnya para pundit memberikan prediksi jika MU tidak akan mampu berkembang ketika ditangani Solskjaer.

Bahkan sebuah statistik menyebutkan jika tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer dalam rekor kemenangan jauh lebih buruk dari tim asuhan Jose Mourinho ketika masih menangani Setan Merah. Alhasil para fans MU memberikan kritikan kepada manajemen MU untuk segera memecat Solskjaer dan mengganti dengan sosok pelatih yang jauh lebih berpengalaman dan kompoten.

Sayang manajemen MU beberapa waktu yang lalu menegaskan jika mereka masih yakin dengan Ole Gunnar Solskjaer. Mereka beralasan jika klub dan pelatih tengah membangun dengan skema jangka panjang. Nah, menurut Paul Parker sendiri ia menilai jika apa yang dilakukan oleh Solskjaer sudah sangat tepat. Karena saat ini pembangunan yang dilakukan oleh MU tidak akan instant dan meminta para penggemar untuk bersabar dengan timnya.

”Kita tahu ada sebuah bencana disana, tapi bersama Solskjaer mereka tidak buruk dalam segi permainan. Mereka hanya kurang memiliki momentum untuk bisa mencetak gol dan membunuh pertandingan.”

”Jika mereka kembali mengganti pelatih saya rasa itu bukanlah hal yang tepat. Semua pelatih yang pergi memiliki alasan yang sama, mereka kesulitan mendatangkan pemain incaran mereka. Pemain dijaman sekarang memiliki harga fantastis jadi apa yang dilakukan MU sudah sangat tepat mengembangkan para pemain muda potensial.” ucap Parker.

Scholes : United Butuh Gelandang Baru

Anipaltimes.com – Kehilangan sosok pemain seperti Mourane Fellaini dan juga Ander Herrera membuat Leganda Manchester United, yaitu Paul Scholes angkat suara, dia menilai jika manajer Ole Gunnar Solskjaer harusnya mendatangkan seorang gelandang baru pada musim panas ini. Menurutnya MU tengah membutuhkan tambahan gelandang bertahan yang bisa membuat tempo permainan hidup dan mengatur dalam ketenangan.

Sudah bukan rahasia lagi jika Manchester United mendapatkan kritikan tajam dari para fans untuk kebijakan transfer mereka yang dinilai terlalu irit. Mereka hanya mendatangkan tiga pemain baru yang dua diantaranya berposisi sebagai pemain berahan dan satu pemain sayap. Tidak ada seorang pemain yang berposisi sebagai gelandang tengah dan juga penyerang yang didatangkan. Padahal kedua posisi tersebut sudah ditinggalkan oleh empat pemain utama musim lalu.

Kehilangan Ander Hererra dan juga Fellaini tanpa mendatangkan pengganti yang sepadan pun memberikan kritikan kepada Solskjaer. Banyak fans MU yang menuntut pelatih asal Norwegia untuk dipecat dalam segera. Karena terlalu beresiko dalam memainkan para pemain muda tanpa diringi pemain senior yang bisa memberikan pengalaman lebih.

Bahkan dalam beberapa pertandingan Manchester United tidak dapat memenangkan laga dengan baik. Bahkan pada dua pertandingan terakhir mereka hanya mampu menang dengan skor 1-0. Itu artinya ada sebuah permasalahn dalam skuat utama Manchester United.

Menurut Paul Scholes MU seharusnya mendatangkan dua pemain baru lagi, yang berposisi sebagai pemain tengah dan penyerang. Bagi Scholes saat ini skuat MU tidak terlalu menjanjikan terutama dilini tengah dan juga lini serang. Dia merasa jika para rival United memiliki komposisi pemain yang sangat sempurna.

”Pasti mendatangkan pemain baru berposisi gelandang adalah sangat penting.”

”Pogba bermain cukup baik dia menciptakan beberapa umpan yang bagus, Tominay juga bermian sangat baik. Namun mereka membutuhkan seorang pemain yang bisa bermain dalam ketenangan terutama ketika mendapatkan tekanan. Pemain seperti Michael Carrick adalah pemain yang tepat untuk menjadi pemain penting disana. Mereka juga membutuhkan seorang penyerang karena kita tidak bisa bersaing dengan komposisi penyerang saat ini.” ungkap Scholes.